Berani Naik Berani Turun
MOKKERS.COM – Akhir-akhir ini, media massa kita sangat intens menebarkan kabar-kabar baru juga mengejutkan. Informasi tentang seputar masalah ekonomi, sosial, korupsi dan kenaikan BBM ditambah lagi dengan kebijakan baru Presiden Joko Widodo tatkala mengeluarkan keterangan berupah sah atau resmi bahwa BBM naik drastis dari keadaan yang sebelumnya.
![]() |
| Gambar dari pixabay.com |
Keadaan ini membuat bangsa yang besar ini semakin menjadi-jadi dengan kenaikan tersebut. Masyarakat akan semakin susah dalam menangani substansi seperti ini. Masyarakat yang tidak tahu apa-apa akan menjadi korban dalam masalah ini, mereka tidak bisa bersuara banyak hanya bisa mengeluh dan pasrah lalu jalani saja.
Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi, Sabtu (3/9/2022). Jokowi menyatakan, pemerintah harus menaikkan harga bahan bakar minyak akibat dari kenaikan harga minyak dunia dan situasi global. Jokowi juga menyebutkan pemerintah akan menyebutkan bantuan langsung tunai bagi warga kurang mampu.
Oleh karena itu, sebagian subsidi bahan bakar minyak akan dialihkan untuk bantuan langsung tunai kepada para penerima manfaat.
Bentuk Kepedulian Lewat Opini
Keputusan yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo sangat amat membuat opini setiap kalangan sangat menantang. Kita tahu bahwa setiap opini yang kita buat itu adalah pandangan kita terhadap keadaan yang sedang terjadi di negara kita, keadaan yang setiap tahun sama yaitu kenaikan BBM.
Kita merasa bahwa usaha kita untuk mengembalikan keadaan memang susah dan itu sesuatu yang tidak bisa dipungkiri lagi, namun apalah daya usaha pasti akan membawahkan hasil entah itu baik ataupun buruk.
Sangat marak diperbincangkan bahwa menaikkan sesuatu yang menjadi dasar, juga sangat amat membunuh secara halus tentang keadaan masyarakat. Masyarakat yang tidak tahu apa-apa akan merasa ikut saja dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Kembali melihat ke belakang, bahwa sebenarnya pimpinan bangsa harus bisa mengambil jalan tengah yang baik untuk memilih jalan mana yang harus ditempuh dan tidak harus.
Uang Tunai Tanda Tanya Masuk Desa
Ketika mendengar solusi yang dilontarkan oleh Bapak Jokowi, sangat asing dan lucu sekali rasanya jalan tengah yang diambil itu. Jujur bahwa kita hidup di masyarakat sudah sangat lama, dan kita tahu bagaimana situasi desa yang dipimpin oleh kepala desa yang bertindak secara otoriter, lain omong lain buat.
Pemimpin desa tidak akan memberikan upah tersebut kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya, upah tersebut akan dipergunakan untuk hal-hal lain yang dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan personal.
Kepala desa akan tetap bersifat memilah-milah sebagaimana uang tersebut akan sangat sedikit didapatkan oleh masyarakat pada umumnya. Mencari keluarga, suku dan teman atau saudara/i yang sudah memilih dia ketika pemilihan berlangsung.
Adapun proses pemberian itu dan kita tahu itu akan berlangsung dari tangan pemimpin satu ke pemimpin yang satu, misalnya dari presiden atau para menteri sosial dan keuangan memberikan upah sebesar 1.000.000 (satu juta) per bulan.
Sampai di tangan DPR satu juta juga, lalu diberikan ke Bupati dengan jumlah Rp 500.000 setengah dari apa yang diberikan. Kemudian dilanjutkan ke tangan Pak camat contohnya, dengan jumlah Rp 200.000, lalu pak camat akan memberikan kepada Kepala desa dengan jumlah 100.000. Berapa yang akan didapatkan oleh masyarakat untuk penerimaan bantuan tersebut?
Konklusinya bahwa, keberadaan bangsa itu tergantung pada sebuah keputusan. Begitu pun dengan solusinya, tidak ada yang menguntungkan masyarakat semuanya hanya membuat masyarakat semakin menderita dan membisu di sudut-sudut lorong dengan menderita jalan kaki karena tidak bisa mengisi subsidi tersebut.
Pemerintah datang lagi untung bersandiwara, mencari koalisi di tengah keadaan seperti ini. Sangat amat disayangkan masyarakat yang tidak pandai membaca arah, atau mungkin tahu arahnya, tapi jalan bertindak ditutup hasrat membabi buta.
Kita hanya bisa bersuara lewat media, bersyukur untuk mahasiswa yang rela mengeluarkan tenaga demi kesejahteraan dan keadilan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu fiktif belaka. Realitasnya tidak ada yang ada hanya penindasan terhadap kaum sebangsa.
Kita akan semakin mengeluh dan tetap terus mengeluh, BBM naik semua komoditi akan berubah semaksimal mungkin. Apa itu jalan tengah?
Oleh: Hendra Josmand

Mantap kraeng. Nyalakan terus semangat menulis di Mokkers.com ini.
BalasHapusSiap Kaks. Akan tetap dipertahankan, tetap kasih panas terus biar tetap membara hhh
Hapus👍 ini Opini? Bagaimana dengan solusinya? Adakah tawaran solusi yang ingin disampaikan kepada Bapak Jokowi? 😁
BalasHapusSemangat mengkritik😇. Dunia politik memang butuh kritikan agar waras Bangsa ini.
Bolehlah dari sudut pandang masing-masing kita memberi kedamaian dan solutif yang progresif. Artinya bahwa solusi tidak menuntut banyak, memberi keadilan yang baik itu sudah cukup. Hhhh
Hapus